Sejarah Candi Penataran, Candi Terbesar di Jawa Timur

photo by @ratnaekp

Candi penataran adalah gugusan candi keagamaan siwaitis yang sangat terkenal di Blitar. Terleak di Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Berada di lereng sisi selatan Gunung Kelud, candi ini dahulu lebih dikenal dengan nama Candi Palah. Candi yang selalu dikunjungi oleh para raja pada zaman kerajaan dahulu.

Sejarah Candi Penataran

Candi Penataran pada tahun 1995 telah diajukan menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO.  Namun agar lebih lengkap akan kami uraikan sejarah candi penataran dari masa ke masa.  Dalam prasasti Palah, candi penataran dibangun pada tahun 1194 oleh raja Srengga dari Kediri.  Sebagai candi gunung, adalah candi yang biasa dibangun untuk meredam mara bahaya. Dalam hal ini adalah letusan Gunung Kelud.  Bahkan Mpu Prapanca dalam Kitab Negara kretagama menuliskan kisah perjalanan Raja Hayam Wuruk yang datang ke candi penataran untuk melakukan pemujaan terhadap dewa Siwa sebagai perwujudan Giri Indra atau Penguasa Raja Gunung.

Relief Candi Penataran

Bubhuksah dan gagang aking adalah relief yang tergambar jelas di Candi Penataran. Disamping itu ada kisah Sri tanjung. Dikisahkan bahwa bubuksah adalah seorang yang tidak pernah tidur, suka makan, dengan perawakan yang sangat besar dan tinggi. Berbanding terbalik dengan Gagang Aking yang memiliki perawakan tubuh kecil, sangat suka tidur dan rajin berpuasa.  Dalam kejadian berikutnya Dewa Siwa menjelma menjadi seorang Harimau Putih yang datang untuk menguji kedua orang tersebut. Gagang Aking menyebut bahwa dirinya adalah seorang yang kurus kering, makanlah temannya yang gemuk dan gagah. Sedangkan Bubhuksah mengatakan, silahkan makan tubuh saya saja. Dalam hal ini terdapat hikmah atas kejadian tersebut yaitu agar manusia senantiasa ikhlas dalam menjalani hidup.

Kisah Sri Tanjung didapatkan cerita yaitu sidapaksa yang diutus oleh raja untuk mencari obat ke baghawan Tamba Petra malah menjalin cinta dengan Sri Tanjung. Hingga akhirnya menikahlah Sidapaksa dengan Sri Tanjung. Setelah menikah diboyonglah istrinya ke Sindurejo, namun Raja sangat tergila-gila dengan kecantikan Sri Tanjung. Hingga akhirnya muncul niat jahat raja Sulakrama. Berbagai tipu daya raja pun akhirnya berhasil dimenangkan oleh Sri Tanjung.

Kisah Berikutnya adalah Ramayana dan Kresnayana. Dimana Tokoh pada Ramayana adalah Rama dan Shinta sedangkan Pada Kresnaya adalah Khrisna dan Rukmini. Relief tersebut tergambar jelas di Dinding Candi Penataran.

Menelusuri jejak sejarah Candi Penataran Blitar tentu tidak lepas dari lembaran lembaran sejarah yang panjang. Berbagai literatur digunakan untuk dijadikan bukti yang bisa di tuliskan dalam kerangka sejarah. Hingga dicapailah benang merah runtuk jejak sejarah candi Penataran.

Semoga Tulisan singkat ini bisa memberikan wawasan tentang sejarah yang ada di Blitar tercinta.  Selamat berlibur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *